Pages

Friday, September 18, 2015

Mekkah

Mekkah - Mekkah adalah kota suci umat islam. Mekkah juga merupakan kota para nabi. Sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW, Mekkah telah menjadi tujuan peribadatan. Mekkah terletak di sebuah lembah sempit diantara rangkaian pegunungan yang memiliki batu-batu vulkanik. Mekkah adalah sebuah kota kuno yang mulai dikenal dalam sejarah sejak Ismail bin Ibrahim.
Kota Mekkah dalam Alquran disebut dalam surah Ali Imran [3] ayat 96 dengan kata ‘Bakkah’. Julukan lainnya yang diberikan kepada Kota Makkah adalah Haramun Aamin atau kota suci yang aman (QS al-Qashash [28]:57). Ia juga diberi nama Kota Haram (suci) karena di sini terdapat tapal batas yang melingkari Makkah. Dengan pembatas ini, orang kafir tidak diperkenankan memasuki kawasan Tanah Haram ini.

Maekah juga disebut dengan nama al- Balad, negeri (QS al-Balad [90]: 1-2, Ibrahim [14] : 35), Ummu al-Qura, induk atau ibu negeri-negeri (QS al-An’am [6]: 92), al-Balad al-Amin, negara yang aman (QS at-Tin [95]: 4) dan al-Qaryah, negeri (QS an-Nahl [16]: 112), Bakkah yang artinya menyobek, membalas kekejaman, memisahkan orang kafir dan mukmin (QS Ali Imran [3]: 96), Waadin Ghairu Dzi Zar’in, yaitu lembah yang tidak mempunyai tanaman (QS Ibrahim [14] : 37).

Kota Mekkah disebut Ummu al-Qura karena ia merupakan kota atau negeri tertua di dunia. Namun, di antara nama-nama itu, yang paling terkenal adalah Makkah yang berarti “mendesak”, yakni mendesak orang- orang yang maksiat kepada Allah SWT untuk keluar dari kawasan itu.

Mekkah memiliki sejarah panjang, kota suci yang memiliki sebuah tempat bersejarah yaitu Rumah Tuhan (baitullah) ini dibangun oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail, sebagai nenek moyang agama-agama samawi, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Kehadiran kota Mekkah tidak akan pernah terlepas oleh cerita tentang kehidupan Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail. Kota Mekkah juga merupakan saksi atas terjadinya peristiwa Raja Abrahah dan Pasukan Gajahnya yang turut pula diabadikan di dalam Al-Qur’an surat al-Fiil ayat 1-5.

Selain itu, peristiwa yang turut pula terjadi di kota Mekkah ini yaitu kelahiran nabi Muhammad SAW. Sebagai khatamil anbiyaa atau pamungkas para nabi, Nabi Muhammad SAW hidup dan menghabiskan perjuangan dakwahnya di kota ini. Dari sini lah Islam mulai diperkenalkan sebagai agama dan kitab Al-Qur’an sebagai kitab pedomannya. Perjalanan dakwah nabi Muhammad SAW di Mekkah tidak selalu mulus, perlawanan dari pemeluk pagan Quraisy membuatnya harus melakukan suatu perubahan, yaitu pergi meninggalkan kota Mecca menuju kota Yatsrib (Madinah).

Kota Mekkah terlihat dari Angkasa. Photo by : @AntonAstrey
Mekkah adalah Tanah Haram, yang di dalamnya terdapat Masjidil Haram dan Baitullah atau Ka'bah. Sahih Muslim meriwayatkan bahwa pada hari pembukaan Mekkah, Rasulullah SAW bersabda :
”Sesungguhnya negeri Mekkah ini telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai Tanah Haram pada hari Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi. Mekkah adalah Tanah Haram yang diharamkan oleh Allah hingga Hari Kiamat. Tidak dibenarkan berperang di Mekkah bagi siapapun sebelum aku dan juga bagiku kecuali waktu tertentu (pada hari pembukaan kota Mekkah pada tahun ke-8 Hijriyah). Tidak boleh memotong pohon, tidak boleh menangkap binatang buruan, tidak boleh mengambil barang yang tercecer kecuali untuk diumumkan kepada umum, dan tidak boleh memangkas rumput di Mekkah. Kata Al Abbas, kecuali izkhir. Jawab Rasulullah, kecuali izkhir.” (Izkhir adalah sejenis tumbuhan berbau harum dan dapat digunakan sebagai kayu bakar dan atap rumah).
Masjidil Haram mencakup empat pengertian. Pertama, Ka’bah, seperti disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 144 dan ayat 149, yang artinya :
” …maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram…”Dan dari mana saja kamu datang, maka hadapkanlah wajahmu ke Masjidil Haram.”
Kedua dalam pengertian Ka’bah, Masjid dan sekitarnya. Pengertian ini banyak diikuti oleh para ulama. 
“Maha suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda- tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha melihat” (QS Al-Isra’ :17).
Pengertian ketiga, adalah seluruh Mekkah. Firman Allah dalam Surat al-Fath :28 : 
“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada RasulNya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, Insya Allah dalam keadaan aman dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.”
Menurut qotadah yang dimaksud dengan Masjidil Haram adalah Makkah itu sendiri. 

Pengertian keempat adalah seluruh daerah tanah suci. Surat At-Taubat (9:28): 

“ Hai orang-orang yang beriman orang- orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini, maka Allah nanti akan memberi kekayaan kepadamu karena karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Bijaksana.”
Mekkah berada di tanah Hijaz, dilingkungi dataran tinggi dan pegunungan. Sedangkan dataran rendah adalah Batha’ atau perkampungan Ma’la, berada di bagian timur Masjidil Haram. Rasulullah SAW masuk melalui daerah ini. Di bagian barat daya adalah Misfalah dan Syubaikah. Ketiganya merupakan pintu masuk kawasan Mekkah.
Kota Mekkah dilihat dari Jabal Nur
Di dalam kawasan tanah suci, Allah telah menjadikannya sebagai tempat kembali (Matsabah), tempat bertemunya seluruh manusia dan sebagai tempat yang aman. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ atau di padang pasir, dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya kami rasakan kepadanya siksa yang pedih” (QS al-Hajj :22-25).
Ka’bah dan Masjidil Haram di Mekkah Al Mukarramah telah ditetapkan oleh Allah SWT sebagai rumah pertama manusia di bumi dan menjadi kiblat bagi umat Islam sedunia. Sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an dan diperkuat oleh hadist-hadist Nabi Muhammad SAW. Al Qur’an sendiri menyebut 15 kali tentang Masjidil Haram, di antaranya dalam Surat Al Baqarah ayat 144, Surat At Taubah ayat 28, Surat Al Isyraa ayat 1, Surat Al Hajj ayat 25 dan 37, dan Surat Al Fath ayat 27.
“Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Maka palingkanlah mukamu kea rah Masjidil Haram dan di manapun kamu berada palingkanlah mukamu ke arahnya.dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang dberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya, dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (QS Al Baqarah: 144).
Demikian informasi mengenai Kota Mekkah yang disebutkan dalam Al-Quran dan diperkuat oleh hadist-hadist Nabi Muhammad SAW. Semoga kita diberi kesempatan untuk mengunjungi kota Mekkah dan menjalankan ibadah Haji ataupun Umroh. Untuk informasi mengenai paket umroh di Rabbani Tour dapat mengunjungi website Rabbani Tour atau datang langsung ke kantor kami di Jalan Lengkong Kecil No.4 Bandung.

0 comments ttg Mekkah:

Post a Comment