Pages

Thursday, September 17, 2015

Masjidil Aqsha

Masjidil Aqsha - Majidil Aqsha telah dihormati umat muslim di seluruh dunia sebagai situs ketiga paling suci. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman di dalam Surat Al-Isra ayat pertama yang berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya : “Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkan tanda-tanda kekuasaan Kami, bahwasanya Dia itu Maha Mendengar dan Maha Melihat“. (Q.S. Al-Isra: 1).
 
Berdasarkan ayat tersebut, Allah menempatkan Kedudukan Masjidil Aqsha sebagai masjid yang mulia. Masjidil Aqsha juga merupakan pusat ziarah bagi umat Islam dari seluruh dunia.
 

Masjidil Aqsha terletak dikota baitul Mukaddas (Rumah, tempat suci atau yang disucikan). Masjidil Aqsha juga termasuk Al Haramus Syaraf (tanah haram yang mulia) dan Al Haramul Quds (tanah haram yang disucikan ).  

Baitul Makdis adalah sebutan bagi Yerusalem yang disebut juga Al Quds dan merupakan kota suci ketiga umat Islam setelah Makkah dan Madinah. Kota Baitul Maqdis yang didirikan tahun 578 SM ini juga kota suci Yahudi dan Nasrani. Kota ini mempunyai sepuluh pintu sebagai jalan masuk. Yang masih berfungsi antara lain pintu Al Magribah (Barat), AlAtsbat (Tetap), dan Al Anbiyaa (Nabi-nabi), sedangkan yang sudah ditutup antara lain pintu burak dan pintu emas. Dalam sejarah kota ini menjadi pusat penyampaian pesan-pesan perintah Tuhan kepada para Nabi-nabi terdahulu dan kiblat para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.
 

Masjidil Aqsha merupakan Baitullah tertua kedua didunia setelah ka'bah, tanah haram yang ketiga setelah Mekkah dan Madinah dan satu diantara tiga masjid yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dikunjungi (yang lainnya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi). Menurut sebuah hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Abi Dzar Al Ghifari (W 32 H) dan dikutip oleh Sihabuddin AlAlusi (Musafir) masjid ini dibangun oleh Nabi Yakub AS empat puluh tahun setelah Ka'bah (Baitullah) di Makkah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim AS.

Adapun mengenai keutamaannya Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Janganlah kamu merasa berat untuk mengadakan perjalanan ke tiga masjid. Masjidil Haram, Masjidku dan Masjid Aqsha. Shalat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali ditempat lain kecuali Aqsha." (HR. Ad-Darimi, An Nasai & Ahmad bin Hambali).
Ada perbedaan pendapat ulama mengenai latar belakang sebutan Masjidil Aqsha. Sebagian berpendapat bahwa masjid ini disebut Aqsha (jauh) karena letaknya jauh dari Masjidil Haram di Makkah. Menurut Al Alusi jarak antara kedua Masjid ini 40 malam perjalanan dengan memakai unta. Pendapat lain menyatakan bahwa masjid ini dikarenakan bebas dari kotoran, tempat turun malaikat dan wahyu, dan kiblat para Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW sendiri dan pengikutnya berkiblat ke Masjidil Aqsha sebelum turun wahyu memerintahkan pengalihan kiblat ke Ka'bah.

Allah berfirman yang artinya :

"Sungguh kami (sering) melihat mukamu mengadah ke iangit, maka sungguh Kami akan memalingkan mukamu ke Kiblat yang kamu sukaj. Palingkanlah mukamu kearah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada palingkan mukamu kearahnya..." (Surat Al Baqarah ayat 144)
Masjidil Aqsha juga disebut Allah dalam Qur'an Surat Al Isra ayat 1 bahwa Isra' (Isra' Mi'raj) Nabi Muhammad SAW yang dimulai dari Masjidil Haram berakhir di Masjidil Aqsha sebelum Nabi Muhammad SAW meneruskan Mi'raj ke Sidratul Muntaha.

Bentuk asli bangunan Masjidil Aqsha adalah serambi Kiblat tidak memiliki lapangan tengah sebagaimana pada umumnya masjid. Bentuk asli ini tetap dipertahankan walaupun telah beberapa kali mengalami perbaikan terutama restorasi besar-besaran karena gempa bumi pada tahun 1916 M. 


Kaum Yahudi percaya bahwa salah satu dinding Masjidil Aqsha dibuat dari tempat ibadah (haekal) Nabi Sulaeman AS, karena menurut sejarah di lokasi itu pernah berdiri tempat ibadah Nabi Sulaeman AS. Umat Kristen percaya ditempat inilah Nabi Isa AS di salib.

Masjidil Aqsha pernah diperbaharui oleh Nabi Daud AS dan kemudian putranya Nabi Sulaeman AS. Masjidil Aqsha kaya dengan khazanah peradaban. Dari sinilah memancar sinar petunjuk llahi sejak lebih dari 2.500 tahun silam. Di tengah-tengah Baitul Maqdis terdapat sebuah batu besar Sakhrah berukuran 56 x 42 kaki yang seolah- olah tergantung diudara. Dibawahnya terdapat gua berbentuk kubus terpotong yang berukuran 4.5 x 1.5 m. Dibagian atas terdapat lubang besar berdiameter 1 m. Didalam ruangan itu terdapat sebuah mimbar dan jalan masuk kedalam adalah melalui sebuah pintu dengan menuruni sebuah tangga.

Menurut sebagian Ulama nilai kesucian Sakhrah itu sama dengan
Hajar Aswad (batu hitam) di Ka'bah yang selalu dicium oleh Jamaah Haji yang melakukan thawaf karena kedua batu itu sama berasal dari surga. Oleh karena itu batu ini disebut Sakhrah Muqoddas (Batu yang disucikan).

Di kota Baitul Maqdis Khatifah Umar bin Khattab membangun sebuah masjid yang berbentuk lingkaran dan dindingnya terbuat dari tanah liat. Masjid Umar yang tanpa atap ini mengambil lokasi di atas bukit Muriah. Pada tahun 72H (691 M) Abdul Malik bin Marwan (Khalifah bani Ummayah) mendirikan Masjid berbentuk segi delapan dengan Kubah yang megah persis diatas Sakhrah yang kemudian dikenal dengan Qubbah As Sakhrah atau Masjid Sakhrah.

Bangunan ini dibuat semata-mata untuk mengabadikan peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW bukan tempat shalat. Adapun untuk tempat shalat ia membangun sebuah masjid lagi yang terletak di antara pintu Mudzawij dan Al Maghribah disebelah Kubah Sakhrah. Dipilihnya lokasi masjid ini karena menurut riwayat ditempat itulah berhenti burak kendaraan Nabi Muhammad SAW ketika Isra'.

Baitul Maqdis atau Yerusalem sebagai tempat tegaknya Masjidil Aqsha adalah bagian dari hati nurani tiga agama monotheis besar di dunia yaitu, Yahudi, Kristen dan Islam. Masing- masing agama ini mempunyai jejak sejarah di tempat itu. la menyimpan sejarah panjang sebagai salah satu pusat perkembangan peradaban agama umat manusia. Namun karena disucikan oleh ketiga penganut agama tersebut maka kota ini acap kali menjadi sumber sengketa dunia yang sering memicu konflik.

Pada tahun 4000 SM tempat itu didiami oleh Suku Yepus dari rumpun Kan'an (Arab). Kemudian tahun 1.000 SM muncul Nabi Daud AS yang mempersatukan suku-suku Isra'il dan menjadi kerajaan terkenal ketika Nabi Sulaeman AS memerintah (970-930 SM). Sepeninggal Nabi Sulaeman AS, kota itu ditaklukan berturut-turut oleh Babilonia, Persia, Romawi dan pada masa Islam oleh Khalifah Umar bin Khattab.

Tahun 1109 kota itu jatuh ke tangan umat Kristen pada masa Perang Salib dan pada tahun 1187 jatuh kembali ketangan umat Islam dimasa Salahuddin Al Ayyubi (532-589 H / 1138-1193 M) hingga diduduki Inggris pada Perang Dunia I. Ketika pendudukan Inggris berakhir atas kota Agama itu, kaum Yahudi menyerangnya dan berhasil menguasai kota baru, sedang kota tama dikuasai oleh orang arab.

Demikian informasi mengenai Masjidil Aqsha. Semoga dapat menambah wawasan bagi kita semua. Rabbani Tour memiliki paket umroh plus Aqsha dan Petra yaitu paket umroh plus dengan penambahan wisata perjalanan mengunjungi situs-situs sejarah islam di kota jerussalem, amman dan jordania. Tidak hanya itu, nilai-nilai perubahan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik turut disertakan dalam setiap paket umroh yang Rabbani Tour tawarkan.


Untuk informasi mengenai paket umroh lainnya di Rabbani Tour dapat mengunjungi website Rabbani Tour atau datang langsung ke kantor kami di Jalan Lengkong Kecil No.4 Bandung.

0 comments ttg Masjidil Aqsha:

Post a Comment