Pages

Thursday, September 17, 2015

Masjid Qiblatain

Masjid Qiblatain - Masjid Qiblatain adalah Masjid di mana Nabi Muhammad SAW menerima wahyu untuk mengubah arah shalat (kiblat) dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram. 


Masjid Qiblatain ini terletak di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah. Diriwayatkan, pada pertengahan 624 M atau 2 H, turun perintah dalam Surat al-Baqarah ayat 144 yang berbunyi:
"Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah masjid al haram. Dan dimana saja kau berada , maka palingkanlah mukamu ke arahnya..." 
Sewaktu Nabi hendak mengerjakan shalat subuh di Masjid Quba tiba-tiba turunlah ayat yang memerintahkan untuk mengalihkan kiblat shalat ke arah masjidil Haram. 

Riwayat kedua menyebutkan perintah untuk mengalihkan kiblat turun sewaktu Nabi menjadi imam shalat dhuhur di kampung Bani Salimah. Setelah Nabi selesai rakaat kedua wahyu turun untuk memerintahkan mengubah arah qiblat. Kemudian nabi muhammad SAW beserta jemaahnya segera menghentikan shalat lalu berputar 180 derajat menghadap ke arah kiblat baru diikuti para jemaahnya. 

Pada awalnya, kiblat salat untuk semua nabi adalah Baitullah di Mekah yang dibangun pada masa Nabi Adam AS, seperti yang tercantum dalam Al Quran Surah Ali Imran ayat 96:  
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia ialah Baitullah di Mekah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Masjid Qiblatain mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Masjid ini terletak sekitar 7 kilometer dari Masjid Nabawi di Madinah. 

Masjid Qiblatain ini beberapa kali mengalami renovasi diantara orang yang dikenal membangun dan memperbaharuinya As Syuja`i Syahin Al Jamaly pada tahun 893 H/1543 M dan kemudian diperbaharui pula oleh Sultan Sulaiman pada 950 H. Walaupun beberapa kali diperbaharui tetapi tetap dipertahankan ciri khas yaitu kedua mihrabnya. 

Selain itu sebuah sumur milik seorang Yahudi bernama RAumah ditebus oleh Utsman bin Affan. Sahabat yang dikenal dengan sifatnya yang pemalu ini mewakafkan sumur seharga 20 ribu dirham. Sumur itu bisa digunakan selain untuk bersuci dan air minum, juga untuk mengairi di taman-taman disekeliling masjid sampai sekarang.

Demikian informasi mengenai Masjid Qiblatain. Semoga dapat bermanfaat. Untuk informasi mengenai paket umroh di Rabbani Tour dapat mengunjungi website Rabbani Tour atau datang langsung ke kantor kami di Jalan Lengkong Kecil No.4 Bandung.

0 comments ttg Masjid Qiblatain:

Post a Comment