Pages

Thursday, September 17, 2015

Masjid Bir Ali

Masjid Bir Ali - Masjid Bir Ali adalah tempat miqat (miqat zamani) bagi penduduk Madinah yang akan berumrah atau berhaji sebagaimana dicontohkan Nabi. Jadi, hanya jamaah haji gelombang pertama atau jamaah umrah yang mendahulukan Madinah yang dapat merasakannya. Jaraknya kurang dari 15 menit perjalanan dari Madinah. 

Di Masjid Bir Ali, sebagaimana disyariatkan, ada tiga hal yang harus diamalkan saat mengambil miqat , termasuk miqat di Bir Ali ini, yaitu mandi sunat ihram dan memakai pakaian ihram; salat sunat ihram dua rakaat; dan berniat ihram serta ber-talbiyah . 
Masjid Bir Ali dikenal dengan banyak nama. Disebut Bir Ali (bir berarti kata jamak untuk sumur) karena pada zaman dahulu Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra menggali banyak sumur di tempat ini. Sekarang, bekas sumur-sumur buatan Sayyidina Ali bin Abi Thalib tidak tampak lagi. 

Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Syajarah (yang berarti pohon) karena sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, masjid yang cantik ini dibangun di tempat mana Nabi Muhammad SAW pernah berteduh di bawah sebuah pohon (sejenis akasia). Kemudian, beberapa orang juga menyebut masjid ini dengan sebutan Masjid Dzul Hulaifah, karena letaknya berada di Distrik Dzul Hulaifah.  
 
Masjid Bir Ali berada di tengah-tengah tembok yang didesain layaknya benteng pertahanan. Masuk dari bagian depan kita akan melewati sebuah gerbang yang jalannya tembus ke tempat pakir belakang. Sepasang menara berbentuk kubah masjid berada di atasnya. Kemudian di depannya tampak sebuah tempat imam dengan ukiran gaya timur tengah dicat dengan warna putih. Tiba di dalam areal masjid kita akan melihat lorong-lorong di dalam masjid dengan tiang-tiang yang membentuk kubah bila lihat ke langit-langitnya.

Menurut sejarah, Masjid Bir Ali mengalami beberapa kali renovasi. Dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Madinah Umar bin Abdul Aziz (87-93 Hijriah), kemudian Zaini Zainuddin Al Istidar pada 861 Hijriah (1456 Masehi), lalu pada zaman Dinasti Usmaniah dari Turki dengan dibantu seorang muslim dari India pada 1090 Hijriyah (1679 Masehi), hingga terakhir Raja Abdul Aziz yang memerintah Kerajaan Arab Saudi dari 1981-2005 M.

Keseluruhan masjid ini memiliki luas sekitar 9.000 meter persegi yang terdiri atas 26.000 meter persegi bangunan masjid, dan 34.000 taman, lapangan parkir, dan paviliun.
Masjid Bir Ali tampak sangat bersih. Begitu pula dengan kamar mandinya. Kebanyakan umat Muslim yang datang mengambil kesempatan untuk mandi, agar bersih saat berihram.


Ingin melaksanakan Miqat di Masjid Bir-Ali? Masjid penuh keanggunan di Kota Madinah. Rabbani Tour sebagai biro perjalanan umroh akan siap mengantar Anda. 

Demikian informasi mengenai Masjid Bir Ali. Semoga dapat bermanfaat. Untuk informasi mengenai paket umroh di Rabbani Tour dapat mengunjungi website Rabbani Tour atau datang langsung ke kantor kami di Jalan Lengkong Kecil No.4 Bandung.

0 comments ttg Masjid Bir Ali:

Post a Comment