Pages

Friday, September 18, 2015

Madinah

Madinah - Kota Madinah pada masa pra-Islam, dikenal dengan nama Yatsrib. Yatsrib termasuk kota kuno yang dikenal oleh para sejarawan. Madinah juga dikenal dengan nama madîntâ yang berarti perlindungan. Di samping nama tersebut ada 11 nama lain yang disebutkan dalam Taurat, di antaranya: Thibah, Thabah, dan ’Adzra’. Penyebutan Yatsrib ditemukan dalam al-Qur'an surat al-Ahzab ayat 33, sedangkan penyebutan Madinah ditemukan dalam surat al-Munafiqun ayat 8.
Madinah terletak di daerah Hijaz, 300 mil di Utara Mekkah dan berada di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Madinah merupakan lembah subur yang terletak diantara dua pegunungan vulkanik (harratain), yang disebut dengan Harrah Waqim di Timur dan Wabrah di Barat. Di samping karena letaknya diantara dua pegunungan vulkanik, yang membuat Yatsrib menjadi daerah yang subur dan tanah pertanian yang potensial adalah adanya oasis-oasis yang mengalir dari Selatan ke Utara.

Mengingat kondisi geografisnya, kehidupan ekonomi Madinah bertumpu pada bidang pertanian. Bisnis di sektor pertanian ini membagi penduduk Madinah ke dalam 3 kelompok, tuan tanah, pemilik tanah kecil, dan buruh tani. Masyarakat Madinah merupakan masyarakat yang heterogen. Terdapat sebelas klan dan delapan di antaranya beragama Yahudi. Penduduknya terdiri dari tiga komunitas besar, yaitu kelompok Yahudi, Arab pagan, dan penganut Kristen. Di antara tiga komunitas tersebut, kelompok Yahudi adalah yang paling mendominasi. Merekalah yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan serta mnguasai perdagangan. Di samping mereka juga memiliki profesi sebagai tukang emas dan pandai besi.

Madinah juga disebut sebagai kota suci karena terdapat Masjid Nabawi, yang merupakan pusat kekuasaan Islam. Madinah memancarkan karisma tersendiri, karena kota ini mempunyai masyarakat yang terbuka, toleran dan berperadaban. Mereka adalah orang-orang yang mengutamakan persaudaraan daripada konflik dan kekerasan. Sebab itu, pluralitas merupakan karakter yang menonjol dari kota Nabi ini.

Kota ini menjadi tempat bertemunya keragaman penganut agama-agama, khususnya Yahudi dan Islam. Madinah disebut-sebut sebagai salah satu representasi modernitas karena mampu menjadikan kemajemukan sebagai kekuatan untuk membangun sebuah masyarakat yang menjunjung tinggi kesetaraan, persamaan, keadilan, dan perdamaian.

Selama di Madinah, Nabi Muhammad SAW membangun sebuah peradaban yang mengukuhkah nilai-nilai kemanusiaan universal, jalinan sosial yang dibangun penuh kehangatan membuat kota ini menjadi kota yang dijuluki banyak orang dengan kota yang bercahaya.

Di sini pula Nabi Muhammad SAW membangun beberapa masjid antara lain: Masjid Nabawi, Masjid Quba, yang terletak 5 km dari Masjid Nabawi, masjid ini menjadi monumen atau tonggak dalam sejarah perjuangan Nabi Muhammad, dan Masjid Qiblatain. Di kota ini Muhammad dan para pengikutnya mengalami beberapa peristiwa perang besar, antara lain Perang Badr, Perang Uhud, dan Perang Khandak.

Kota Madinah memiliki berbagai keistimewaan dan keutamaan sebagaimana diriwayatkan dalam berbagai hadist nabi Muhammad Saw. 

Nabi Muhammad Saw selalu mendoakan Madinah dan penduduknya dengan keberkahan, melalui sabdanya:
“Ya Allah bekahilah hasil buah-buahan kami, berkahilah Madinah kami, berkahilah takaran kami…” (HR.Muslim)
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari ra bahwa Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan (menjadikan Tanah Haram atau Tanah Suci) Mekkah, dan berdoa untuknya, dan sekarang aku haramkan Madinah sebagaimana Ibrahim telah mengharamkan Mekkah dan aku berdoa untuknya di mud nya dan sha nya sebagaimana Ibrahim berdoa untuk Mekkah.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dari Jabir ra, ia berkata, Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya Ibrahim menjadikan Mekkah Tanah Suci dan aku menjadikan Madinah, Tanah Suci di antara tepinya. Tidak boleh ditebang kayu berdurinya dan tidak boleh diburu binatang buruannya.” (HR.Al-Bukhari).
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
“Tidak seorang pun yang berusaha meperdayakan (mengganggu) penduduk Madinah, melainkan ia akan hancur sebagaimana hancurnya garam dalam air.”
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya perumpamaan Madinah seperti Al-Kir (alat pembakar besi) yang menghilangkan sisi yang kotor dan membentuk sisi yang bagus.”
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya keimanan akan kembali ke Madinah seperti kembalinya seekor ular ke dalam lubangnya.”
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
“Siapa di antara kalian yang bisa meninggal di Madinah, hendaklah dia berusaha kearah itu, karena sesungguhnya aku akan memberikan syafaat bagi siapa yang meninggal di sana.”
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
“Di pintu-pintu masuk Madinah terdapat para malaikat, sehingga wabah tha’un dan Dajjal tidak bisa memasukinya.”
Malaikat-malaikat Allah ditugaskan untuk menjaga kota Madinah dari sejak Rasulullah Saw datang ke kota tersebut seperti disebutkan oleh Rasulullah Saw dalam beberapa hadist beliau.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
“Barang siapa yang memakan 7 buah kurma dari daerah antara kedua buktinya yang berbatu-batu hitam (Madinah) pada waktu pagi, maka ia tidak akan mendapatkan bahaya dari racun hingga waktu petang.”
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwasanya Rasulullah Saw berkata kepada seseorang dalam keadaan sakit:
“Dengan nama Allah, tanah bumi kami dan air ludah sebagian kami, semoga disembuhkan dengannya orang yang sakit di antara kami, dengan seizin tuhan kami..”
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda: 
“Madinah adalah Tanah Haram (Tanah Suci) antara ‘Aiir hingga Tsaur, maka barang siapa yang berbuat kesalahan di dalamnya, atau melindungi orang yang berbuat kesalahan, maka ia ditimpa laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia, Allah tidak akan menerima darinya hari kiamat nanti tebusan atau pengganti..”
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:
“Ya Allah, berikan keberkahan untuk kota Madinah dua kali lipat keberkahan yang Engkau berikan untuk kota Mekkah.”
Demikian informasi mengenai Kota Madinah yang disebutkan dalam Al-Quran dan diperkuat oleh hadist-hadist Nabi Muhammad SAW. Semoga kita diberi kesempatan untuk mengunjungi kota Madinah dan menjalankan ibadah Haji ataupun Umroh. Untuk informasi mengenai paket umroh di Rabbani Tour dapat mengunjungi website Rabbani Tour atau datang langsung ke kantor kami di Jalan Lengkong Kecil No.4 Bandung.

0 comments ttg Madinah:

Post a Comment