Pages

Friday, September 18, 2015

Jeddah

Jeddah - Sejak lebih dari 2.500 tahun yang lalu, Jeddah adalah kota pelabuhan di jazirah arab. Jeddah berada di bawah kekuasaan dinasti Sa'ud pada tahun 1924, ketika Raja Ibnu Sa'ud mengambil alih Mekah, Madinah dan Jeddah. 
 
Kota Jeddah sudah berdiri sejak sebelum Islam, namun titik awal perkembangan pesat kota ini terjadi pada masa pemerihan Khalifah Usman Bin Affan, Khalifah ke-tiga dari jajaran Khulafaur Rasyidin.

Di tahun ke 26 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 647M. Khalifah Usman Bin Affan yang pertama kali menjadikan kota Jeddah sebagai kota pelabuhan laut internasional bagi jemaah haji yang yang datang dari seluruh penjuru dunia, menjadikan Jeddah sebagai gerbang utama bagi para calon haji untuk menuju ke Mekah dan Madinah karenanya kota Jeddah juga mendapatkan julukan sebagai “pintu gerbang dua tanah haram.

Jeddah berasal dari bahasa Arab “Jaddah” atau “Juddah” yang berarti nenek. Berdasarkan sumber lain mengatakan bahwa Jeddah berasal dari kata Jiddah dalam bahasa Arab yang berarti lepas pantai.

Secara geografis kota ini terletak di sebelah pantai timur Laut Merah pada 309 garis BT dan antara 21-289 garis LU, persisnya di daratan rendah pinggir Laut Merah, ±75 Km dari Kota Suci Mekah.

Kota Jeddah memiliki arti penting dan strategis bagi kemajuan dan perkembangan Kerajaan Arab Saudi sejak zaman dahulu. Pelabuhan Jeddah yang diberi nama “Pelabuhan Islam” (Jeddah Islamic Port) merupakan pintu utama segala kegiatan bisnis, baik dalam bentuk komoditas impor maupun komoditas ekspor. Khusus untuk pengangkutan jamaah haji, pemerintah Arab Saudi telah membangun pelabuhan laut dan pelabuhan udara.

Beberapa tempat yang sering dikunjungi jamaah haji Indonesia di kota Jeddah :
1. Masjid Terapung/ Masjid Ar-Rahmah. Masjid yang berada di pinggir laut Merah.
Laut merah disebutkan dalam Al-Qur’an dalam kisah Nabi Musa A.S. yang dikejar oleh Fir’aun dan tentaranya kemudian atas izin Allah S.W.T beliau berhasil menyeberangi laut merah yang terbelah hingga selamat sampai ke Palestina bersama para pengikut setianya, sedangkan Fir’aun dan bala tentaranya tewas ditelah oleh laut merah.

2. Masjid Qishash. Tempat ini dipakai untuk pelaksanaan hukum Qishash atau hukum pancung bagi yang membunuh dan narkoba, dan Potong tangan bagi pencuri.

3. Makam Siti Hawa.
Jeddah seringkali diartikan sebagai ‘nenek’ dalam kaitannya dengan sejarah adanya Makam Siti Hawa yang berada di kawasan pemakaman kuno di pusat kota Jeddah. Makam ini dikenal sebagai Moqbara Umna Hawwa (makamnya bunda Hawa). Meskipun begitu banyak aturan yang harus dipatuhi saat berziarah ke makam ini, diantaranya adalah dilarang membawa kamera, video dan alat perekam lainnya dan wanita dilarang masuk ke areal pemakaman tersebut.

4. Balad / Corniche
Pertokoan serba ada dengan harga yang relatif murah.

5. Bicycle Square (Midan Addarajah) atau Bundaran sepeda merupakan tempat berdirinya monument yang berbentuk sepeda besar. Monumen sepeda merupakan salah satu dari beberapa monument yang berada di tengah kota Jeddah. Sehingga kota Jeddah sering disebut dengan kota Monumen.

\
6. Mekkah Gate atau Pintu Masuk Mekah. Gerbang masuk ke kota Mekah dengan simbul Al Quran diatas Gapura besar.
7. Laut Merah atau Pantai Laut merah. Laut yang membentang luas sebagai perbatasan antara Saudi Arabia dengan Negara Mesir dan Sudan, juga yang memisahkan antara Benua Asia dengan Benua Afrika.

Demikian informasi mengenai Kota Jeddah. Untuk informasi mengenai paket umroh di Rabbani Tour dapat mengunjungi website Rabbani Tour atau datang langsung ke kantor kami di Jalan Lengkong Kecil No.4 Bandung.

0 comments ttg Jeddah:

Post a Comment