Pages

Thursday, September 17, 2015

Raudhah

Raudhah - Raudhah atau Raudhatul Jannah adalah lokasi antara kamar Rasulullah saw dengan mimbar, lokasi ini area yang mustajab untuk berdo’a kepada Allah swt.

Ibadah haji ataupun umroh merupakan kesempatan seluas-luasnya untuk bertaubat kepada Allah swt dan sarana perbaikan diri. Raudhah yang merupakan salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa selalu ramai dikunjungi para jamaah.

Raudhah yang dalam bahasa Indonesia berarti taman adalah ruang diantara mimbar dan kamar Rasulullah di dalam masjid Nabawi.

Rasulullah SAW bersabda:

Antara mimbarku dan rumahku merupakan taman dari taman-taman syurga” (HR. Al Bukhari & Muslim)
Area Raudhah sangat terbatas menampung jamaah, untuk itu aparat (asykar syari’ah) mengatur sirkulasi jamaah di Raudhah, bagi yang sudah shalat sunnah dan berdo’a diminta keluar dan secara berkala pintu masuk Raudhah dibuka bagi jamaah yang antri diluar.

Lokasi Raudhah merupakan bagian dari shaf laki-laki, dan hanya terbuka untuk perempuan di jam jam tertentu. Saat Dhuha dan setelah sholat dzuhur.

1. Mimbar Rasulullah SAW
Mimbar yang digunakan untuk berkhutbah sejak zaman Rasulullah sampai sekarang. Menjadi batas kanan Raudhah

2. Mihrab Rasulullah SAW

Mihrab atau tempat imam yang digunakan pada zaman Rasulullah SAW

3. Tiang Aisyah

Pada tiang ini tertulis هذه أسطوانة عائشة.
Siti Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda "Ada tempat yang sangat penting didalam Mesjid Nabawi yang mulia, jika orang mengertahuinya, mereka akan mengadakan undian untuk mendapatkan kesempatan agar bisa sholat disana".

Suatu hari sahabat nabi bertanya kepada Aisyah tentang tempat ini, beliau menolak untuk memberitahukan tempat tersebut, akhirnya para sahabat pergi, sedangkan Aisyah masih bersama keponakannya Abdullah bin Zubair, belakangan para sahabat memperhatikan bahwa Abdullah bin Zubair sholat dekat dengan tiang Aisyah, sahabat meyakini bahwa Aisyah memberitahukan tempat tersebut secara rahasia kepada keponakannya. 


Rasulullah pernah mengimami sholat dari titik ini selama beberapa hari setelah perubahan kiblat dari Masjidil aqsa ke Ka'bah di Mekkah. Belakangan beliau selalu mengimami sholat dari titik yang sekarang dikenal sebagai Mihrab Nabawi As-Syarif.

4. Tiang Mukhallaqah

Pada tiang ini tertulis هذه أسطوانة مخلقة
Jabir RA meriwayatkan seperti disebutkan dalam hadits Buhari, “Rasulullah SAW bersandar pada sebatang pohon kurma (yang awalnya terletak pada tempat dimana tiang ini berada) ketika melakukan khutbah Jumat, kaum Ansar dengan hormat menawarkan pada Rasulullah SAW, kami dapat membuat sebuah mimbar untukmu, jika engkau menyetujuinya”.

Rasulullah SAW menyetujuinya dan sebuah mimbar yang terdiri dari 3 anak tangga dibangun. Ketika Nabi SAW duduk di atas mimbar ini untuk berkhutbah, para Sahabat mendengar batang pohon kurma itu menangis seperti anak kecil. Rasulullah SAW mendekati pohon yang sedang menangis ini dan kemudian memeluknya. Pohon ini lalu tenang setelah sebelumnya terisak-isak seperti onta betina. Pohon kurma tersebut menangis karena ia tidak digunakan lagi untuk mengingat Allah SWT.

Sejak itu batang pohon tersebut diberi sejenis pewangi yang disebut Khaluq. Dan kemudian, tiang dimana pohon kurma itu dulu berada, dikenal dengan sebutan tiang Mukhallaqah.

5. Tiang Taubat

Di tiang ini tertulis : هذه أسطوان أبى لبابة
Rasulullah SAW bermaksud menghukum Yahudi Bani Quraidhoh atas pengkhianatannya kepada Rasulullah, Abu Lubabah ditunjuk sebagai penengah.

Abu Lubabah secara tidak sengaja membocorkan rahasia Nabi pada suku Yahudi itu, Abu Lubabah segera menyadari kesalahannya dan mengikat dirinya sendiri pada tiang ini, hingga Allah menerima taubatnya, "Demi Allah saya tidak akan melepaskan ikatan ini hingga Allah mengampuniku dan Rasulullah SAW melepaskanku." setelah tujuh hari, Allah SWT menurunkan ayat pengampunannya, 


Rasul sedang berada di rumah isterinya, Ummu Salamah ra. Ummu Salamah berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah saw tertawa di waktu dini hari, maka aku bertanya, "Apa yang membuat baginda tertawa dan semoga Allah senantiasa membuatmu tertawa gembira?" Rasulullah menjawab, "Abu Lubabah telah diampuni." Kemudian Ummu Salamah berkata lagi, "Bolehkah aku memberikan kabar gembira ini kepadanya wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Boleh jika kamu menghendaki." Setelah itu Ummu salamah berdiri di pintu kamarnya --ayat hijab belum diturunkan--, kemudian berkata, "Wahai Abu Lubabah aku membawa berita gembira buatmu, Allah telah mengampunimu." Setelah orang-orang tahu tentang pengampunan itu mereka saling berlomba untuk melepaskannya, tetapi dia berkata, "Jangan, demi Allah! Biar Rasulullah sendiri yang melepaskanku.

Ketika Rasulullah melewatinya seusai salat Subuh, beliau melepaskannya dari ikatannya. Dari sini dinamakanlah tiang itu dengan tiang Taubat. Rasulullah selalu menunaikan salat-salat sunatnya di tiang ini, dan selalu datang setelah salat Subuh, juga i'tikaf sambil bersandar kepadanya. 



Pada masa Nabi Muhammad SAW, masjid ini disamping fungsi pokoknya sebagai empat ibadah (Shalat dan l'tikaf), juga berfungsi sebagai :
1. Tempat    Musyawarah    para pemimpin tentang masalah politik, kemasyarakatan dan keagamaan. 

2. Pusat latihan militer 
3. Tempat dilangsungkannya pengadilan 
4. Pusat pendidikan dan pengajaran pengetahuan agama

Demikian informasi mengenai Raudhah yang berada di dalam masjid nabawi yang juga dikenal sebagai taman syurga. Semoga kita dapat berada ditempat-tempat tersebut untuk melakukan shalat-shalat sunat seperti shalat sunat taubat, shalat sunat tahajjud, shalat sunat hajat, berdoa, membaca Al-Quran, berdzikir, bershalawat, beristighfar di Raudhah, tempat yang mustajab untuk berdoa. 
 

Untuk informasi mengenai paket umroh di Rabbani Tour dapat mengunjungi website Rabbani Tour atau datang langsung ke kantor kami di Jalan Lengkong Kecil No.4 Bandung.

0 comments ttg Raudhah:

Post a Comment